Keputusan Aira untuk tinggal sementara di rumahnya Dokter Anis sungguh mengangguku. Sebagai teman satu nasib, aku melihat ada banyak hal asing yang dilakukan oleh Aira akhir-akhir ini. Mungkin ia sengaja menghindar? Separah apapun keadaan Aira, kami tidak pernah berpisah. Bahkan hubungan kami akan semakin erat. Ada apa dengan dirinya saat ini? Adakah yang salah? Setelah kemarin sempat membicarakan tentang pernikahan, ia kembali membuang harapanku seperti kain pel yang tidak perlu. "Mau ke mana?" tanya Allen saat aku beranjak dari meja makan tanpa menghabiskan isi piring. Malam ini aku harus keluar untuk menenangkan pikiranku sendiri. Percuma bicara dengan Allen. Ia hanya akan memberinya nasihat-nasihat basi. "Aku mau pergi sebentar," ucapku mengambil kunci mobil. Di luar terlihat

