24

272 Kata

Setelah dikabari oleh orangtua Hesyam bahwa Hesyam dibawa ke rumahsakit, aku segera pergi menuju menjenguk Hesyam. Yang aku tau, Hesyam memiliki riwayat depresi. Selain itu, aku tidak tau lagi. "Assalamualaikum, tante ..." Mamah Hesyam sedang duduk di depan kamar rawat inap. Mungkin itu adalah kamar di mana Hesyam berada. "Waalaikum salam, Kiara. Baru sampai?" "Iya, tante. Hesyam di dalam?" "Gak, dia di ruang isolasi." "Isolasi, ada apa tante?" Mamah Hesyam tidak langsung menjawab pertanyaanku, ia menunduk sebentar. Jemarinya saling tertaut, seolah mencoba menutupi perasaan gugupnya. "Tante?" Aku kembali memanggil Mamah Hesyam, namun bukan jawaban yang kudapat, justru isak tangis keluar dari mulut Mamah Hesyam. "Dua hari yang lalu Hesyam meracau, ia seperti orang ketakut

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN