Naila berdiri mematung dengan pikiran yang kosong. Dia mengerjap beberapa kali, berusaha menarik kesadaran dirinya sendiri. Kemudian Naila memberanikan diri untuk mendongak, menatap ke arah seorang pria yang kini berdiri di depannya. "Kamu membuatku hilang kesabaran." Pria itu yang tak lain adalah Xavier, berkata dengan nada rendah. Tangannya yang besar bergerak menyentuh pipi Naila, lalu mengusapnya dengan lembut. Detik berikutnya, Xavier menarik kepala Naila dan mendaratkan sebuah kecupan lembut di puncak kepala Naila. Dan tubuh Naila semakin membeku karenanya. "Ayo kita pulang. Hari semakin larut." Xavier membukakan pintu mobil untuk Naila. Naila sudah seperti orang linglung, bingung harus melakukan apa. Jadinya dia hanya menuruti setiap perkataan Xavier. Xavier duduk di balik kemudi

