"Hei, ayo bangun." Naila membuka kelopak matanya dengan perlahan, lalu dia mengucek kedua matanya. Dengan perlahan dia bangun dan duduk di atas ranjang. "Sudah pagi. Kamu harus kuliah kan hari ini?" Naila menatap ke arah Xavier yang duduk di pinggir ranjang. Pria itu terlihat sudah rapi dengan setelan mahalnya. Harum parfum yang menguar dari tubuh Xavier menyapa indra penciuman Naila. Wangi sekali. "Kelasku di mulai jam sembilan nanti, Om." Naila menjawab. Dia menguap pelan, dan menutup mulutnya dengan telapak tangan. Lalu Naila menyingkirkan selimut yang menutupi tubuhnya. "Ya sudah. Aku akan antar kamu pulang sekalian berangkat kerja." Xavier berujar. Dia tersenyum, lalu tangannya bergerak mengacak rambut Naila. "Cepat cuci wajah sana. Aku tunggu di ruang makan. Kita sarapan bersam

