BAB 54

1006 Kata

Air mata Callista berhenti mengalir sepenuhnya. Punggung tangannya dengan cepat menyeka air mata yang telah menetes di pipinya selama beberapa menit terakhir. "Jadi dia pikir aku tidak hamil anaknya? Dia menyesal menikah denganku? Selama ini dia tidak yakin dengan perasaannya padaku? Jadi untuk apa hubungan kita?' Callista menggeram. Tiba-tiba pintu kamar yang dimasuki Mahawira terbuka lagi, sosok pria yang baru saja membuat istrinya menangis muncul di hadapannya. "Persetan!" Callista berteriak dengan nada meninggi hingga Mahawira yang baru saja keluar langsung berbalik. "Kau menertawakanku?" tanya Mahavira. Callista berdiri dari posisinya dan mendekati Mahawira, "Kalau kamu merasa nyaman dengan seorang gadis bernama Ayu yang berpura-pura menjadi sekretarismu, katakan saja. Kamu menin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN