Hari berikutnya . . . Rasa lelah yang menempel di tubuh kokoh Mahawira akhirnya segera sirna saat tubuhnya merasakan air hangat mengalir di sekujur tubuhnya. Setelah disibukkan dengan tumpukan dokumen dan pertemuan tanpa akhir selama beberapa hari terakhir, Mahawira akhirnya bisa menikmati Jumat paginya dengan berbenah. Pria itu seharusnya pergi bekerja, tetapi dengan jumlah usaha yang dia lakukan untuk bisnis ini, tampaknya baik-baik saja jika dia mengambil cuti. Apalagi posisinya sebagai CEO tentu memberinya akses dan kebebasan. Kecuali Bara yang langsung menegurnya, suka atau tidak suka, Mahawira harus tetap bekerja meski hari libur. Saat dia menikmati mandi air hangat yang biasa dia lakukan setelah bekerja, pikiran pria berusia 30 tahun itu tidak berhenti pada satu titik. Namun di

