13. Jebakan

1197 Kata

Marquis Kael Thornhart berdiri di samping kudanya, satu tangan memegang tali kekang, ia sengaja sedikit menjauh dari tembok batu kediamannya, tembok yang beberapa saat lalu dilompati Aldric demi bertemu Liora dan berhadapan dengan penjaga yang mencekal leher belakangnya, hampir mengetahui identitas sang raja muda itu. Wajah Kael Thornhart tampak tenang. Namun sorot matanya tajam, penuh perhitungan. Aldric menghentikan langkah. Ia sudah berhasil menyelinap keluar dari kamar Liora, tanpa diketahui oleh penjaga yang sebenarnya telah diperintahkan oleh Kael Thornhart agar memberikan celah. Melihat Marquis Kael Thornhart di samping kuda yang seolah menunggunya, Aldric pun tak menghindar lagi, ia bertanya seolah-olah semua ini hanya kebetulan belaka. “Patroli malam?” Kael Thornhart menoleh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN