21. Pembicaraan Dua Lelaki

1051 Kata

Cahaya pagi merambat pelan menembus celah tirai. Aldric mengerjap, setengah sadar, saat menyadari kehangatan masih melekat di lengannya. Liora. Tanpa sadar, bibir Aldric tersenyum lembut, membelai rambut pirang Liora yang terurai di dadanya dengan napas teratur dan satu tangan menggenggam kain kemeja pada lengannya, seperti yang selalu Liora lakukan setiap kali ia menemani gadisnya itu tidur seolah hal tersebut sudah menjadi kebiasaan kecilnya. Perlahan, Aldric merundukkan wajah, memberikan kecupan ke atas kepala Liora, "Aku mencintaimu, Liora. Sangat!" bisiknya lirih. "Uhm .." Liora bergumam, semakin menyusupkan wajahnya ke depan d**a Aldric yang semakin tersenyum lebar. Tapi kemudian, Liora tiba-tiba membuka kelopak mata dengan ekspresi campur antara terkejut dan pura-pura serius.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN