“Vy, kamu mau burger gak?” tanya Kevin. Navyla sedang melangkah kan kaki nya menyusuri taman, ia baru tau ada taman komplek se – indah ini, memang beda ternyata lingkungan tempat tinggal orang – orang kaya di banding kan dengan orang – orang yang kurang mampu seperti Navyla. Hidung mancung milik si perempuan menghirup udara segar di sekitar mereka berdua, sangat sepi, namun tempat ini masih terasa menenang kan dan menyejuk kan bagi Navyla. “Mas mau beli burger pinggir jalan kaya gini?” tanya Navyla tanpa memandang ke arah Kevin. Perempuan itu menyibuk kan diri dengan memegang lembut sekuntum bunga mawar yang mekar lebih dahulu di banding kan bunga - bunga lain nya. “Siapa yang bilang aku cuma mau makanan di restoran mewah? Aku juga—“ “Aku?” tanya Navyla mengkoreksi. “Mas,” balas Kev

