“Kenapa?” ujar Daffa dengan suara dingin pada seorang pria di seberang teleponnya. “Kamu ini dimana sih? Kenapa setelah acara kamu malah ngilang gak tau kemana,” “Aku pergi setelah mastiin teman ku baik baik saja,” “Kau datang ke acara ini hanya untuk menghibur anak angkat itu?” “Jadi apa lagi alasan ku datang kesini? Anda jangan senang begitu, hubungan kita tidak sebaik yang anda kira saat ini,” “Aku ini ayahmu Daffa, seharusnya kau ada disamping ku untuk ku kenalkan dengan relasi relasi yang ada disini, biar bagaimanapun kau ini kan tetap penerus ku,” “Ah sayang sekali, padahal banyak sekali orang orang penting di acara tadi,” ujar ayahnya Daffa kesal, tangannya terus menerus memijat pangkal hidungnya karena ti

