“Kamu kenapa?” tanya Kevin pada Navyla yang sedang duduk di kursi asisten dosen di ruangan nya. Mata Kevin menangkap gelagat Navyla yang terlihat gelisah dan seperti ingin menangis, awal nya ia ingin membiar kan perempuan itu sibuk berkutat dengan pikiran nya sendiri, namun rasa penasaran Kevin terhadap Navyla sangat lah besar. “Mas...” lirih Navyla lalu menangis terisak. “Hei, ada apa?” ujar Kevin lembut. Sangat amat lembut, hingga Navyla pun menanis semakin kuat lagi. Kevin beranjak dari kursi kebesaran nya, lalu berjalan memeluk Navyla, perempuan itu pun mulai menangkup kan wajah nya ke d**a bidang milik Kevin, walaupun sedang tidak berada di dekat nya, Navyla masih bisa merasakan kesedihan yang di rasakan oleh Juni saat ini.

