68

1012 Kata

Aku aman setelah menyemprotkan racun anti serangga, berlarilah kecoak itu ke berbagai arah dan kadang pula menabrak tembok sehingga membuatnya terbalik meronta-ronta. "Heuft, rasakan! Makanya, jangan main-main, bikin geli aja." Diriku meletakkan semprotan tersebut ke tempat semula, ketika kembali, kulihat papah dan mamah baru masuk dengan wajah yang lesu. "Mah, dateng-dateng kok mukanya gitu?" "Papah kamu, semua kerjaannya ditumpahkan ke Mamah, capek tau. Bikin sebal saja," jawab mamah, di belakangnya ada papah yang melewati mamah dengan cepat lalu duduk di sofa dengan helaan napas yang begitu lega. "Makasih yah, Mah. Atas bantuannya." "Huft, lain kali aku gak bantu lagi, suruh aja sekertaris kamu!" "Iyah, iyah. Gak deh, kalau papah ingat, ha ha." Mamah tampak malas meladeni papah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN