Orang-orang di rumah sengaja meninggalkan kami di ruang tamu sepertinya, aku hanya menebak, dan kini, Kak Vant duduk di sampingku sambil menatap ponselnya. Aku melirik dengan kepo, kupandangi jari-jarinya yang sibuk mengetik dan harus berhenti ketika aku merebut benda tersebut. "Kak Vant sibuk sekali, sampai-sampai ... aku dianggurin di sini, padahal udah mau nikah loh," ujarku dan dia menatapku biasa saja dan merebut ponselnya. "Jangan ganggu, ada urusan bentar sama temen. Ini penting." Karena kepentingannya itu, aku menonton sajalah, mumpung acaranya menjadi menarik karena serial kartun favoritku telah mulai. "Permisi. Buminya ada?" Kutengok di belakangku ternyata seorang pria ada di pintu, aku menghampirinya dan menyuruhnya terlebih dahulu masuk lalu duduk di depan Kak Vant. "Tun

