Di kantor papah, kuputuskan untuk bertanya ke Kak Vant melalui telepon, mengenai rahasia malam jumat ketika sang suami berpuasa terhadap istrinya yang sedang marah. Aku mencoba meneleponnya, dan tak ada jawaban melainkan nomor Kak Vant sedang sibuk, dan bodohnya aku setelah mengingat bahwa dia sedang sibuk, astaga ... apakah aku mengganggu Kak Vant? Mungkin dia akan marah ketika urusannya selesai nanti. Dikarenakan Kak Vant yang sibuk, aku beralih ke Kak Ica, mumpung sesama wanita jadi pertanyaannya tentu lebih nyaman dan tidak canggung, apalagi yang aku tanyakan nanti membahas rumah tangga antara suami-istri. Kutelepon Kak Ica dan dia mengangkatnya, pembicaraan pun dimulai tanpa adanya basa basi. "Halo, Kak Ica. Ini penting banget, aku mau nanya dan Kak Ica gak boleh nggak jawab!" "N

