Farel dan Vania dipanggil oleh Erin, sang ibu menatap Azerlia dan mengangguk kecil sebagai kodeb bahwa pembicaraan mereka telah selesai. "Sampai jumpa, Kak Lia. Kami pulang dulu, yah," ucap Farel, menyalim tangan Lia, sementara Vania berusaha jinjit untuk menggapai wajah Lia namun tak sampai-sampai, dan cemberutlah wajahnya. "Kak Lia, Vania mau cium pipi, he he he," ucap anak kecil tersebut. Lia dengan gemas menggendongnya kemudian mengecup pipi Vania kiri dan kanan. "Makasih, Vania pulang dulu yah, Kak." "Hati-hati yah, sayang." Mereka pun saling melambaikan tangan, setelah pergi, Azerlia menghampiri ibunya dan bertanya, "Bagaimana, Bu?" "Sudah selesai, Nak," jawab Rifa tersenyum. Azerl ia bersyukur jika semuanya telah selesai, dan ia berharap bahwa penderitaan yang ia rasakan sel

