82

1013 Kata

Ina menengok, tatapannya polos memandang suaminya yang membuat wanita kecil itu tertegun sejenak. "Kak Vant mau dipanggil Mas juga?" Vant mengangguk. Namun, ucapannya menyusul kemudian, "Ingat, cuman aku yang kamu panggil Mas. Yang lain gak boleh, paham kan?" Ina tersenyum senang, ia pun mengangguk setuju, lagipula dia sering mendengar mamahnya memanggil 'mas' ke papahnya. "Iyah, Mas Vant. Aku ngerti," jawab Ina, tertawa geli. Mereka tak menyadari dengan tatapan penjual yang begitu aneh. "Saking romantisnya, kalian saling memanggil layaknya suami-istri," ucapnya geleng-geleng. "Kami memang sudah menikah, Bang." Penjual pisang ijo itu lantas terkejut mendengarnya, sampai-sampai bertanya, 'benarkah?' Vant dan Ina tersenyum disertai anggukan yang kompak. Pulangnya mereka di rumah, Ina

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN