Setelah Ina mengatakan hal itu, di saat itu pula waktunya sangat pas dengan kedatangan Vant yang sedang naik motor diiringi dengan teman-temannya di belakang. Melihat istrinya berbincang dengan seorang pria, membuat Vant penasaran, dirinya pun turun dan menghampiri mereka yang tengah membicarakan sesuatu. "Kak Vant," ucap Ina, menyadari kedatangan suaminya. "Ingat ucapanku Ken, selamanya gak akan bisa," ujar Ina lalu menghampiri Vant yang juga menuju arahnya. "Siapa dia?" "Temen sekolah, Kak," jawab Ina tersenyum. Vant mengangguk, kemudian menggandeng tangan istrinya menuju motor, sementara Ken menatap nanar punggung mereka, tangannya mengepal kuat karena mendapat penolakan telak selama dua kali, terlebih lagi secarik kertas yang dia berikan tadi, dibuang begitu saja oleh Ina. "Setid

