Profesor Danil tergeragap, segera ia menarik tubuhnya dari dalam tenda dan melemparkan sebuah alat yang ia gunakan untuk menyemprotkan senjata kimia ke udara itu ke dalam tenda. Sebelum lelaki itu mengetahuinya. "Iya!" seru Profesor Danil terkejut. Melihat pada lelaki yang sudah membantunya masuk ke dalam lingkungan portal. "Kenapa belum tidur, paman?" tanya pemuda itu pada Profesor Danil dengan menyunggingkan senyuman. Lelaki yang masih mengenakan masker itu nampak gugup. Satu tangannya segera menarik masker yang masih menutupi wajahnya. "Entahlah, mungkin karena aku masih baru tinggal di sini. Jadi aku susah sekali untuk tidur!" ucap Profesor Danil menarik kedua sudut bibirnya tersenyum kecil di akhir kalimatnya. Sebisa mungkin lelaki itu berusaha untuk menutupi kegugupannya. "Apaka

