Mac tercengang, melihat toko tempatnya bekerja tiba-tiba saja tutup. Toko furniture itu kini sepi seperti tidak berpenghuni. Hanya ada pintu kecil di bagian depan toko yang masih terbuka. Tidak seperti biasanya, meskipun virus dom tengah melanda, namun toko furniture itu masih kerap kali ramai pengunjung. Mac melangkahkan kakinya masuk ke dalam pintu kecil tersebut. Melewati aneka furniture yang masih berada di dalam ruangan luas yang berada di dalam toko. Netranya menyapu ke sekeliling, dan tidak ada satupun orang yang ia temui. "Siapa itu?" suara barito itu menggema memantul pada dinding tembok. Mac mengarahkan tatapannya ke arah suara. Dari temaram lampu yang cahaya tidak terlalu terang, Mac bisa melihat lelaki bertubuh gemuk pemilik toko sedang duduk pada bangku kasir yang ada di da

