Motor yang Clarisa kendarai tiba di depan sebuah rumah berlantai tiga. Pagar tinggi yang mengelilingi rumah, membuat Clarisa dan Mac hanya bisa melihat dua lantai yang berada di atas lantai bawah. "Rumah siapa ini?" Mac menaikan kedua alisnya. Sekilas menatap pada rumah mewah yang berada di hadapannya dengan tatapan penuh tanya. Clarisa melepaskan masker yang menutupi wajahnya sedari tadi. Senyuman tersungging dari kedua sudut bibirnya. "Ini adalah rumah Tuan Samuel," jawab Clarisa membalas tatapan Mac. "Samuel?" Mac menautkan kedua alisnya. Nama itu terdengar sangat tidak asing sekali di telinga Mas. Beberapa kali Mac sempat mendengar nama itu. Hanya saja, Mac lupa di mana dia pernah mendengarnya. "Dia adalah lawan politisi Tuan Donal," ucap Clarisa menaikan kedua alisnya. Sebuah ren

