Gadis cantik dengan rambut tergerai itu tengah sibuk dengan benda pintar yang berada di tangannya. Duduk pada bangku sofa yang berada di samping jendela di ruang tengah, lantai bawah. Sesekali bibir tersenyum membaca deretan aksara yang ada pada layar ponselnya. Profesor Danil yang berjalan menuruni anak tangga memerhatikan Liliana. Sejak kemarin ada suatu yang mengganjal di dalam hatinya. Beberapa pertanyaan menggantung di dalam pikirannya. "Sayang!" panggil Profesor Danil menghampiri Liliana. "Ayah!" sahut Liliana mengalihkan perhatian dari layar ponsel yang menyala. Lalu menekan tombol samping ponsel. Seketika layar benda pipih itupun padam. Profesor Danil menjatuhkan tubuhnya duduk di ujung sofa. "Apakah kamu sudah bertemu dengan Jonatan?" tanya Profesor Danil, menautkan kedua alis

