Beberapa jam yang lalu Ketika Renata keluar dari gerbang rumah Rasyadan, sebuah mobil menepi tepat di hadapannya. Orang yang mengemudikan mobil tersebut langsung keluar, menghampiri Renata. Renata tentu tahu siapa dia, yaitu sekretaris Rasyadan yang pernah menyuruhnya membeli tas untuk Radela. Masalahnya, wanita itu menghardik keberadaan Renata di rumah tersebut. “Dasar janda gatal! Ternyata gini Renata yang sebenarnya? Gak semanis dan sebaik kelihatannya, ya?” sindir wanita itu, Sisy, bernada sinis serta tatapan menghina. “Gatal, ya? Gak ada yang garukin? Ohhh, pantas aja Pak Rasya pecat kamu. Ternyata biar permainan kalian gak ketahuan?” tuduhnya tanpa sungkan. “Jaga bicaramu, Bu.” Renata memperingati, tapi nadanya datar, menghormati Sisy dengan memanggilnya ‘Bu’. “Hey, gak usah berl

