“Saya harap, Pak Azhar bisa rahasiakan soal ini, dari siapa pun.” Renata tak sungkan memohon, terpaksa. “Pak, saya bahkan gak cerita sama adik saya sendiri kalau saya ketemu ayah biologis anak saya, jadi guru les Rafa sama Rafi, curi jam tangan Pak Rasya, dan yang lainnya.” “Percaya sama saya, saya gak akan pernah bocorkan rahasia kamu.” Azhar mengangguk paham. “Saya mau minta maaf soal saya ngaku-ngaku pacar kamu,” ucapnya, mengingatkan hal itu. “Gak apa-apa, Pak. Malah saya berterima kasih. Kalau gak gitu, kayaknya saya jadi gosip di kantor.” Renata balas menatap tak enak. Pria itu berusaha melindungi nama baiknya, sedangkan Rasyadan sendiri malah senang menginjak-injak harga dirinya. “Ngomong-ngomong, Sisy bilang ke Pak Azhar?” tanyanya ragu. “Nggak, dia lagi gosip sama satu temannya

