Pendekatan?

1041 Kata

Entah sudah berapa banyak tetes air mata yang Renata uraikan di hadapan Azhar, pria asing yang malah menjadi pendengarnya dengan sangat baik. Bibirnya tak henti bicara, menceritakan masa lalunya panjang lebar. Seakan lupa siapa pria itu, Renata tak sungkan membicarakan tentang dirinya, baik maupun buruknya. Sampai-sampai ia lupa, bahwa ia sudah lama berada di sana. “Pak, sebentar lagi mau maghrib. Saya pulang, ya.” Renata panik sendiri menyadari matahari sudah hampir terbenam. “Saya antar kamu pulang.” Azhar ikut berdiri, mengeluarkan dompetnya untuk membayar pesanan. “Gak perlu, Pak. Rumah saya dekat, kok.” Renata menolak, tak ingin Azhar mengetahui di mana rumahnya. “Renata, kamu sudah ceritakan masa lalu kamu, rahasia kamu. Sekarang, jangan main rahasia-rahasiaan sama saya. Biarkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN