Abi bingung harus bagaimana, setiap gerak-geriknya selalu diawasi oleh Zahir penuh intens. Tanpa sadar tangannya pun gemetar saat hendak menyuapi Doris yang terus saja menunjukan tingkah manja dihadapan mereka. "Abi, tumpah ni..." rengek Doris bak anak kecil, suaranya mendayu dengan tatapan imut sontak membuat Zahir meraih tissue dan mengusap tumpahan sup yang membasahi dagu hingga leher Doris. "Apa-apaan kamu?!!!" sentak Doris kesal, "kamu nggak lihat tunanganku disini?" Abi meringis salah tingkah, setiap kali Doris berusaha mengusir Zahir dari ruangan itu. "Keluar nggak... Dasar tamu tak diundang, nggak tau diri." "Aku hanya ingin membantumu sayang." ujar Zahir lembut, "dan aku tidak akan keluar karena aku suami kamu." Doris mencebik kesal, meskipun sebelumnya Zahir sempat menunjuk
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


