Sesal tak berarti

1515 Kata

Din... Din... Doris menatap datar ke arah Nusa, sudah ia katakan berkali-kali bahwa dirinya sangat membenci suara knalpot kendaraan lelaki itu yang sengaja dinyalakan di depan rumahnya. "Buruan berangkat bekerja, nanti mas telat." "Ayo sarapan bareng." "Nggak... Aku mau pergi sama Yani." tolaknya yang sambil menunjuk ke arah ujung jalan, tampak Yani datang mengendarai sepeda motornya. "Oke..." Nusa pun melajukan motornya, meninggalkan Doris tanpa mengatakan hal lainnya. "Ayo, Do..." "Maaf ya Yan, ngerepotin kamu." Rekan kerjanya itu tersenyum, "nggak masalah, yang penting jangan lupa isi bensin." Doris mengangguk senang, mereka pun pergi menuju ke tempat sesuai janji Yani. "Kamu yakin Yan? Temanmu mau bantu kita?" "Yakin... Pokoknya kamu jangan khawatir." Dia bukan tidak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN