Toni segera menghadap kembali kepada Zahir, pandangan matanya terfokus pada leher serta d**a Zahir yang sedikit terbuka tampak beberapa noda merah yang di tinggalkan oleh Khalifah. "Bos..." "Bang... Aku tau bang Toni juga pasti mengetahui keberadaan Doris." ujar Zahir pelan, ia sengaja menjeda kalimat yang hendak ia sampaikan. Melihat gelagat Toni yang setiap hari bersikap datar tanpa ekspresi, rupanya membuat Zahir kesulitan membaca apa yang sedang ada pada pikiran Toni. "Aku tidak akan mengganggunya lagi..." lanjutnya, namun rupanya Toni pun masih berada di posisi awal, datar tanpa ekspresi. Hal itu membuat Zahir kesal sendiri. Kenapa setiap manusia yang memiliki kelebihan khusus pasti akan bersikap seperti es batu hampir rata-rata. "Baiklah." "Baiklah?!!!" Zahir sontak bangkit dan

