Setelah kepergian suaminya kembali keluar kota, seperti biasa Andrea pagi ini sedang bersiap mau berangkat kerja. dimana hari ini, hari Senin hari yang untuk sebagian orang malas untuk menghadapinya.
Pagi ini Andrea memakai gaun terusan tanpa lengan, berwarna merah bata dengan panjang selutut yang memperlihatkan lekuk tubuhnya, dilapisi dengan blazer warna hitam dan taklupa dia berikan aksesoris kalung di lehernya, dan rambut yang dibiarkan tergerai.
Tak lupa dia menyematkan cincin di jari tengahnya, dan juga jam tangan untuk menambah kesan elegant dalam penampilan nya. Punya wajah yang cantik, body yang bagus, ditunjang dengan penampilan yang elegant, membuat pesona Andrea tidak terbantahkan.
Di kantor Andrea termasuk wanita yang mempunyai paras paling Cantik, dan juga sopan.
Setelah puas mematut diri, Andrea segera turun kebawah menemui anaknya yang sedang bersama pengasuh diruang makan.
"Selamat Pagi anak Mommy."
"Agi(pagi) amih."
Lalu Andrea mencium mereka satu persatu."
"Sus, anak-anak udah minum s**u belum?"
"Sudah bu tadi, dan sebentar lagi mau sarapan, bi Asih lagi membuatnya bu."
"Ooh yaudah, saya sarapan dulu ya. Suster, hati-hati jaga anak-anak ya."
"Iya bu, pasti kami menjaga nya dengan tulus."
Setelah selesai sarapan, Andrea beranjak pergi dan berpamitan pada ke'dua anaknya.
Tak lupa dia menyampirkan tas kerja nya, dan juga laptop yang biasa dia pakai untuk bekerja.
Kali ini, Andrea membawa mobil nya sendiri tanpa diantar sopir, karena takut ada lembur.
Di jalan Andrea mendengarkan lagu di dalam mobil nya, untuk mengisi kesepian selama di perjalanan.
Dan di tengah perjalanan, hp nya berdering tanda panggilan masuk.
Gegas Andrea memasang earphone di kupingnya dan langsung menjawab telpon.
"Hallo."
"Iya Hallo, selamat pagi."
"Iya Pak Irwan, selamat pagi. ada yang bisa saya bantu pak?"
"Bu Andrea, nanti setelah sampai kantor, saya tunggu diruangan saya sebab ada hal penting yang ingin saya bicarakan."
"Baik pak, ,nanti setelah sampai kantor, saya segera keruangan bapak."
"Oke terimakasih, hati-hati dijalan ya bu Andrea."
"Iyaa, sama-sama pak terimakasih.!"
Tut, panggilan ditutup.
Ada apa yah pak Irwan, manggil aku apa ada masalah atau ada tugas keluar kota ya?
Gerutu Andrea pagi itu.
Lima belas menit kemudian, Andrea pun sampai di sebuah gedung tinggi menjulang, dimana tempat dia bekerja.
"PT.Angkasa Raya"
Dimana Irwan, sebagai Direktur Utama disana.
Gegas, Andrea memarkirkan mobil nya di Basement gedung, dan langsung menaiki lif khusus karyawan.
Setelah sampai diruangannya, dia disapa oleh Tika sahabatnya ditempat kerja.
"Pagi Andrea."
"Pagi Tika."
"Duhh, yang abis lepas kangen ama suami.tanda ungunya masih ada tuh."
"Masa Tika, kelihatan Tika?"
"Iya kelihatan, tapi sedikit samar. Nih kebetulan aku bawa sal, pakai sal aku aja biar ga kelihatan."
Andrea pun, mengambil sal dari tangan Tika.
"Makasih ya Tika, mana aku dipanggil sama pak Irwan keruangan nya lagi. Kalau gak ada sal ini, aku malu Tika."
"Ciyeee, ciyee, dipanggil pak Boss kayaknya ada yang kangen ama kamu Drea."
"Apaan sih Tika, aku udah punya suami tau."
"Gapapa kali Drea, buat selingan pak Boss kan ganteng. Suami kamu, jauh pula."
"Sialan luh."
"Hahahha."
Tika tertawa terkekeh, berhasil menjahili sahabat nya.
"Yaudah Tika, aku keruangan pak Irwan dulu ya."
"Iya, good luck Andrea."
"Thank's Tika."
Gegas Andrea, berlalu keruangan Irwan.
Sesampainya didepan ruangan Irwan, Andrea pun menanyakan Boss'nya pada sang sekretaris.
"Tivani, apa pak Irwan ada didalam?"
"Ada bu, silahkan masuk bu, ibu sudah ditunggu di dalam."
"Baiklah terimakasih Tivani."
"Masama Bu."
Lalu Andrea, mengetuk pintu ruangan Irwan.
Tok.Tok.Tok.
"Masuk."
Andrea pun masuk, ke Ruangan Irwan.
"Selamat pagi Andrea cantik, silahkan duduk."
Andrea pun duduk, berhadapan dengan Irwan.
"Ada apa ya, Bapak memanggil saya?"
"Jadi begini Andrea, perusahaan akan mengadakan Rapat penting dari semua cabang dan juga pusat untuk membahas proyek kita yang baru, dan itu akan diadakan dikota XXX, jadi kamu mewakili untuk kesana. Apa kamu siap Andrea?"
"Kapan berangkat nya pak?"
"Besok pagi, kalau kamu siap saya akan menyiapkan mobil untuk kita berangkat kesana."
"Jadi, bersama bapak juga pak?"
"Iya Andrea, kan aku Direkturnya, kalau Tivani biar dia menghandle pekerjaan di kantor. Kalau kamu mau, nanti kamu akan dapat bonus gajih nanti dibulan depan."
"Baik Pak, saya mau."
"Yaudah besok pagi saya jemput kamu ya, kita jalan darat aja."
"Baik Pak, terimakasih Pak Mari."
"Silahkan Andrea, sampai bertemu besok."
Aku yakin, sedikit lagi dia akan jatuh kepelukanku.
Gumam Irwan.
Sesampainya diruangan, Andrea ditanya sama sahabatnya.
"Apa kata Boss kita Drea."
"Aku disuruh mewakili Perusahaan, meeting penting diluar kota sama dia."
"Terus kamu kesananya, sama siapa?"
"Sama boss."
"Wow, Andrea hati-hati ya, boss kita kan tau sendiri kamu, kalau dia itu kasanova."
"Iyaa aku paham Tika, tapi mau gimana lagi, aku pingin dapet bonus gajih Tika.! Apalagi tau kenapa suamiku udah dua bulan ini dia ngasih aku cuma Tujuh juta, kan aku banyak kebutuhan Tika."
"Ko bisa suami kamu cuma ngasih segitu Drea?"
"Diasih bilangnya di tabungin sebagian buat masa depan, padahal tabungan udah aku siapin sendiri."
"Kamu perlu selidiki Drea, takutnya ada yang di sembunyikan sama suami kamu."
"Iyaa itu juga yang aku pikirkan Tika, kemarin juga waktu dia pulang ada sikapnya yang berbeda dari biasanya, aku juga heran Tik."
"Coba nanti pas kamu meeting diluar kota, kamu mampir kesana Drea, kalau ada waktu, pak boss juga pasti ngerti Drea."
"Iya nanti aku coba ya Tik, semoga ga ada papa sama Rumah tanggaku, Doain ya Tika."
"Iyaa aku doain Drea, semoga tidak terjadi apa-apa sama rumah tangga kamu."
"Ayok kita lanjut kerja."
"Siap bu manager, hahaha."
Tika cengegesan.
Tak terasa, waktu jam pulang kantor telah tiba. Dan Andrea, mendapat pesan masuk.
"[Andrea, jangan lupa besok yah, saya jemput jam Tujuh pagi]"
"[iya pak, saya tunggu]"
Send
"[Oke, hati-hati dijalan cantik pulangnya]"
"[Aah Bapak bisa aja]"
Pipi Andrea bersemu merah mendapat perhatian, juga pujian dari boss'nya.
Setelah bertukar pesan dengan sang Boss, Andrea mengajak pulang Tika.
"Tika, ayo pulang, dan Tiga hari kedepan kita ga ketemu dikantor Tika, besok aku keluar kota selama Tiga hari."
"Oke, hati-hati dijalan ya Andrea."
"Iya Tika, makasih ya."
Lalu mereka pun pulang, dengan menaiki kendaraan masing-masing.
Dua Puluh menit kemudian, Andrea sampai di halaman rumahnya. Bangunan lantai dua itu, memiliki halaman yang cukup luas, dan disampingnya ada kolam renang pribadi. Rumah minimalis bernuansa modern, mempunyai taman di halaman Rumah dan tempat bermain anak.
Sesampainya didepan rumah, Andrea memberikan kunci mobil kepada supirnya agar di masukan ke garasi.
Gegas Andrea masuk kedalam rumah, dan naik kekamar lalu bersih-bersih agar bisa menemui anaknya. Karena Andrea ga tega menemui anaknya dalam keadaan kotor.
Setelah selesai mandi, Andrea langsung menemui anak-anak nya dikamar mereka.
"Hallo sayang mommy, lagi ngapain ini?"
Mereka saat itu sedang fokus dengan mainannya, jadi Andrea tak dihiraukan oleh mereka.
"Duuh, yang lagi anteng main, Mommy dicuekin nih?"
Lalu Andrea mencoba menggendong Putra kecilnya, namun dia berontak karena merasa terganggu.
"Iam(diam) amih iam(diam),ade au(mau) ain(main)."
"Iya Sayang iya, Amih ga ganggu. Tapi Amih cium ade dulu ya."
Andrea pun, mencium sang putra bertubi-tubi. Lanjut, diturunkan nya sang putra dari gendongan.
Lanjut Andrea menghampiri sang putri, yang lagi fokus main boneka kesayangannya.
Andrea mendudukan sang putri di pangkuannya, dan mengajaknya berbicara.
"Kakak, lagi asyik nih main boneka. Mamih, dicuekin."
"muuaacch" Andrea mencium pipi sang putri yang cubby.
"Yaudah mommy ke kamar dulu ya sayang, mau istirahat. Sus, hati-hati ya jagainnya."
"Iya buu."
"Oi'yah Sus, besok pagi saya mau berangkat keluar kota selama Tiga hari. Titip anak-anak ya, perhatikan makan sama minum susunya, nanti dikasih bonus gajih ya."
"Iya bu, makasih sebelumnya buu."
"Sama-sama, dan ini buat jajan kalian selama saya tidak ada dirumah."
Andrea memberikan uang merah 6 lembar, pada Suster untuk mereka jajan.!
"Makasih banyak bu."
"Ya sama-sama, kalau gitu saya tinggal dulu ya, mau istirahat dulu."
"Iya Bu, makasih banyak."