Kerumunan semakin menumpuk di sekitar kantin. Suasana yang tadinya riuh oleh obrolan mahasiswa kini berubah menjadi lingkaran besar yang dipenuhi bisik-bisik, teriakan kecil, dan langkah-langkah tegang yang menggema. Semua mata tertuju pada dua sosok yang saling berhadapan:Alvaro, mahasiswa miskin yang hanya dikenal segelintir orang… dan Pasha, putra dari seorang pejabat kepolisian yang terkenal temperamental. “Woi, itu Pasha mau adu jotos sama Alvaro!” bisik seseorang dengan gugup. “Gara-gara Amanda, kan? Gila, Amanda sampai bawain bekal buat Alvaro.” “Alvaro pasti kalah, sekali pukul juga tumbang.” “Jelaslah. Yang satu anak pejabat… yang satu cuma mahasiswa beasiswa.” Namun di tengah hiruk-pikuk itu, muncul bisik-bisik lain yang membuat beberapa orang menoleh penasaran. “Eh… kalia

