BAB 23 KEMARAHAN YANG MELETUP DI KANTIN

804 Kata

Suasana kantin perlahan mereda. Obrolan mahasiswa tinggal gumaman pelan, dentingan sendok beradu dengan piring sesekali terdengar, namun di sudut ruangan itu—dua insan masih tenggelam dalam dunia kecil mereka sendiri. Amanda tertawa kecil setiap kali Alvaro merespons celotehannya, sementara Alvaro hanya tersenyum simpul, secukupnya, namun cukup untuk membuat wajah Amanda memerah lembut. “Serius kamu nggak pernah cobain masakan aku sebelumnya?” tanya Amanda sambil menopang dagu. “Ya iyalah, gimana mau coba? Kamu kan biasanya cuma bawa makanan buat dirimu sendiri,” jawab Alvaro santai. Amanda mencibir manja. “Ih, kamu ini. Bersyukur dong hari ini dapat perlakuan spesial.” Alvaro terkekeh kecil. “Terima kasih, Amanda. Enak, kok." Suasana damai itu terasa hangat. Bahkan dari kejauhan, seo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN