Epilog

1439 Kata

"Byy," Ale mengguncang bahu Arsen pelan, Arsen tetap memejamkan matanya dengan tenang membuat Ale mencebik. "Byy, bangun," Arsen menggumam, ia bergerak mengikuti Ale dan kembali tenang. "Arsen ishh bangunn !!" Kali ini Arsen mengerjap, ia mencoba menyesuaikan matanya dengan cahaya lampu yang terang, lalu tatapannya mengarah pada Ale yang kini tengah duduk dengan wajah yang tertekuk. "Loh kok bangun? Jam berapa ini?" Tanyanya sambil mengucek matanya pelan. "Jam 2," Arsen menarik lembut tangan Ale agar berbaring, "Tidur lagi ya, masih malem," Ale menyentak tangan Arsen, ia bersedekap sambil memggelengkan kepalanya tegas. "Pengen rujak." Kali ini kantuk Arsen benar-benar sirna setelah mendengar permintaan Ale. "Rujak? Jam segini?" Ale mengangguk sambil tersenyum manis. "Beliin

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN