"BAGUUSS !!!" Bukan, bukan Ale yang berteriak, melainkan Abby yang tidak terima sahabatnya disakiti. Sedangkan disana, dua orang yang masih berpelukan itu menatap Ale dan Abby dengan kerutan didahinya. Ale menatap balik Arsen lalu rilis topengnya, saat itu juga Arsen menyadari bahwa ia telah melakukan kesalahan fatal. Dengan kasar Arsen rilis pelukannya, ia menatap marah pada gadis didepannya, baru saja dapat dibuka dengan gadis didepannya, namun matanya malah menangkap Ale yang berlari menjauhi mereka. "Ale tunggu!" Abby ikut berlari menyusul. " s**l !!! " Arsen mengumpat keras, ia melepas topengnya sendiri lalu berlari menyusul Ale setelah sebelumnya mendorong perempuan itu kasar. "Aduh!" Perempuan itu mengerucutkan bibirnya, topengnya perlahan ia buka, namun tak lama senyum mi

