BRAKK Ale memejamkan matanya dan menggenggam sabuk pengaman yang sudah melilit tubuhnya dengan erat saat Arsen menutup pintu mobil bagiannya dengan kasar. Ia kembali buka matanya saat Arsen sudah masuk dan duduk dikursi kemudi. Mulutnya memang bungkam sejak tadi, namun ekspresi ketidaksukaan masih terpancar jelas dari wajah datarnya. Ale melirik sekilas, lalu kembali menatap lurus kedepan saat Arsen mulai menjalankan mobilnya. Satu jam sudah mereka saling terdiam, tak ada yang memulai pembicaraan yang membuat keadaan menjadi canggung. Ale berdehem, "Gimana keadaan Azza?" Cukup lama Ale memunggu jawaban, hingga ia hanya menangkap gerakan acuh dari bahu Arsen. Ale menghembuskan nafasnya panjang kemudian memilih memejamkan mata. Sepertinya tidur lebih baik terjaga dalam keadaan canggun

