* Mobil dengan 3 penumpang di dalamnya itu terasa hening, lebih sepi dari gelapnya malam. Ada Bhumi di bangku kemudi, yang sesekali melirik Laura di sampingnya. Gadis itu cemberut dengan wajah masam, nampak sekali masih menyisakan amarah yang belum tuntas. Sedangkan di bangku belakang, Gendhis yang terlihat lebih tenang, tak luput juga dari perhatian suaminya. Lelaki itu menyempatkan diri mengintip dari spion tengah mobilnya, untuk membaca sikap Gendhis yang sulit ditebak. Suasana itu bertahan sampai mereka sampai di kediaman Bhumi. Tanpa disuruh, satu persatu dari mereka turun sendiri-sendiri. Bahkan, tanpa basa-basi, Laura langsung meninggalkan yang lain lebih dulu. Di belakangnya, Gendhis dan Bhumi bergerak lebih tenang, mengekori Laura, tapi dengan tujuan berbeda. “Masuklah dulu!

