Kiss mark

1796 Kata

* “Om, lepas! Saya mau mandi.” Gendhis menggoyangkan bahunya agar suaminya melepaskan pelukannya. “Nggak usah mandi. Kamu tadi udah mandi.” Bhumi yang sedang memeluk Gendhis dari belakang itu tak berhenti mengendus bahu istrinya yang terbuka. “Tapi saya nggak nyaman, Om. Rasanya lengket semua.” “Tapi ini belum selesai, Sayang.” Ingin sekali Gendhis tersanjung atas panggilan itu. Tapi, sedetik kemudian dia juga tersenyum sinis karena menganggap setiap laki-laki mampu mengatakan itu setelah mendapatkan kesenangan. “Belum selesai gimana?” bingung Gendhis. Dia tahu persis kalau mereka berdua sama-sama sudah mendapatkan pelepasan. “Kita baru sekali melakukannya.” Hidung dan bibir Bhumi bekerja semakin intens. “Emangnya mau berapa kali?” Gendhis merinding, tapi berusaha mengabaikan rasa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN