Jangan Mendekat!

1643 Kata

“A—apa?” Dari semua penjelasan Laura, tak ada yang bisa Gendhis lakukan selain membeku beberapa detik. “Kamu pacaran sama Pak Jimmy?” Sampai saat ini, Gendhis belum bisa percaya. “Emangnya kenapa? Nggak boleh? Biasa aja dong ekspresinya.” Gendhis mengerjap-ngerjap. “Tapi, La. Pak Jimmy itu—” “Om Jimmy tua gitu maksud lo?” Potong Laura. “Lo jangan lupa ya, Dhis, kalau suami lo juga laki-laki tua.” Gendhis menghela nafas panjang. Meski sedang meminta bantuan, tapi Laura tetap ketus dan seenaknya kepadanya. “Awas!” Laura mendorong pintu, masuk begitu saja karena Gendhis masih diam di depan pintu. Dia sempat menabrak bahu Gendhis, tapi tak sampai menyakiti wanita hamil itu. Tak ada pilihan lain, Gendhis mengikuti Laura. “Gue kesel banget sama Papa, Dhis. Dia selalu seenaknya sama gue,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN