“b******n kamu, Jim!” Bugh! Bhumi hilang kendali. Jimmy yang sedang dalam masa terkejut-terkejutnya, menurut saja saat atasannya itu menariknya, kemudian menghantam rahangnya dengan bogem mentah. “Arght!” Hanya teriakan yang mampu Jimmy utarakan, dengan tubuh limbung karena hentakan Bhumi. “Dasar b******k! Aku menyuruhmu mengawasi Laura bukan untuk kamu manfaatkan, sialan!” Bhumi sudah siap menarik kerah t-shirt Jimmy, tapi Laura sudah lebih dulu mencegahnya. “Papa! Hentikan!” Bhumi berhenti, tapi nafasnya masih kembang kempis dengan wajah penuh emosi. “Kamu membelanya, Laura?” Geram lelaki itu. “Jadi, apa memang ini yang kamu inginkan dari dia?” Bhumi menunjuk murka asistennya yang belum melakukan perlawanan. “Kamu mau dirusak sama laki-laki b******k ini, iya?!” Suara Bhumi sudah

