Rencana Jahat

1599 Kata

* “Maafin Budemu ya, Nduk. Entah, Pakde harus minta maaf berapa kali lagi sama kamu karena ulah Budemu.” Helaan nafas Pakde Bagus begitu kentara, terdengar berat seberat rasa sungkannya kepada Gendhis. Setelah mendapatkan kabar dari asisten rumah tangganya yang berakhir mendesak sang istri, Pakde Bagus langsung ke rumah sakit karena khawatir akan keadaan Gendhis. Sialnya, lelaki itu baru tahu esok lusanya, itupun karena Bi Surti keceplosan berkata kalau Gendhis habis berkunjung. “Nggak apa-apa, Pakde. Gendhis pingsan kemarin bukan karena Bude. Tapi, karena Gendhis hamil.” Pakde Bagus tersenyum kecil, membalas senyuman Gendhis. Senyum yang begitu tulus, sampai mata keriputnya sedikit menyipit. “Ya. Selamat ya, Gendhis. Maaf, Pakde sempat meragukan pernikahanmu sama Nak Bhumi. Pakde pi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN