* “Gendhis!” Bhumi berteriak sepanjang jalan, menuju Gendhis. Jimmy dan seorang perawat yang mendorong kursi rodanya, membawa ke ruang tunggu pasien operasi. “Papa?” Laura langsung menghampiri Bhumi saat Papanya datang. “Mana Gendhis? Dia baik-baik saja kan, La?” Panik lelaki itu. “Tenang, Pa. Gendhis sudah ditangani di dalam. Maaf, aku yang setuju untuk operasi Gendhis. Kondisi Gendhis saat membahayakan tadi, Pa. Tekanan darahnya tinggi, ketubannya merembes dan ada pendarahan sedikit. Dia shock waktu denger Papa kecelakaan. Dia pikir, Opa benar-benar mencelakai Papa dan mau mengambil dia sama anak kalian.” Jelas Laura. Bhumi langsung pias. Lelaki yang semula berteriak-teriak tadi, kini seolah kehilangan tenaganya. Dia ingat ucapan seorang perawat yang berjaga di ruangan Gendhis tadi

