* * “Jalan yuk, Dhis. Gue bosen di rumah terus.” Gendhis menoleh. Mengalihkan perhatiannya dari ponsel di tangan ke arah anak tirinya yang nampak lemas. Gadis itu benar-benar menepati janjinya untuk tinggal di rumah Gendhis karena orang tuanya tinggal disana. Bahkan, anak dan ayah yang biasa hidup mewah itu sanggup bertahan dengan hidup kalangan rakyat kelas menengah seperti kondisi rumah Gendhis. “Lagian, siapa suruh bolos ngampus?” Gendhis memutar bola matanya malas. “Ya kan gue mau jagain lo.” Laura tak ingin disalahkan. “Lo nggak lihat yang jagain gue udah banyak orang? Alasan aja kan lo? Bilang aja males ngampus.” “Ck.” Decakan Laura terdengar frustasi. “Gue pengen nikah aja kayak lo, Dhis. Kayaknya, menikah, hamil terus dimanjain sama suami kayak lo tuh enak banget.” Laura te

