“Tak terasa ya sebentar lagi libur dan cuti panjang,” seru Nania membuat semuanya terenyum dan menganggukkan kepala. “Benar, tahun lalu aku memang tidak pulang kampung tapi kali ini aku harus pulang kampung dan bertemu Ibu dan Bapak,” lanjut Indah. “Benar. Aku pun, aku sudah di tanyakan Ayah kapan pulang,” sambung Mila. “Tapi awas ya, jangan sampai pulang kampung tapi gak balik-balik, alasannya jodoh udah ada,” kekeh Nania, Semuanya tertawa kecil termaksud aku, kami duduk di depan meja panjang dan bercerita. Aku senang mendengar mereka bercerita tentang mereka yang akan mudik dan bisa bertemu keluarga. Sementara aku hanya punya Mas Ares, aku tak punya Ibu dan Ayah di dunia, mereka semua sudah berpulang. Tapi, aku tetap bahagia, karena Mas Ares bisa menjadi Ayah, Ibu dan suami untukku.

