Ancaman Karissa

1541 Kata

Sepeninggalan ayahnya, Tsabina dan Antares, Yesika lalu masuk ke kamar ibunya, melihat ibunya itu sedang duduk di tepi ranjang yang sudah kumuh yang besinya sudah berkarat. Yesika duduk di sebelah ibunya dan berkata, “Bu, kita terselamatkan dengan uang ini,” kata Yesika. “Apa gunanya uang ini kalau ayahmu sudah tidak mau melihat Ibu?” “Apa perasaan Ibu masih penting? Yang penting kan kita bisa makan, Bu. Yesi juga gak mau kayak gini, tapi kita butuh uangnya kan? Ini related.” “Yes, ayahmu benar-benar gak bisa ngasih Ibu kesempatan?” tanya Lilis menatap putri sematawayangnya. “Iya, Bu. Ayah udah gak punya perasaan ke Ibu,” jawab Yesika. “Kata Ayah begitu. Jadi, mending sekarang kita fokus urus usaha baru kita.” “Memangnya kamu mau usaha apa dengan uang 50juta itu?” “Rencananya Yesi m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN