“Mas, Karissa menelpon Justin,” kata Tsabina. “Lalu?” tanya Antares. “Karissa bicara denganku, dan dia menyuruhku untuk menepati janji memulangkan anak-anak setelah dua hari, katanya ini sudah lewat satu hari.” “Apa tanggapan anak-anak?” Antares memandang istrinya yang kini duduk berdampingan dengannya di atas ranjang. “Austin akan tetap di sini katanya, dia tidak mau pulang. Tapi, Justin sudah bersiap, dia sudah mempacking semua pakaiannya,” jawab Tsabina memandang suaminya yang saat ini mendengarkannya dengan baik. “Baiklah. Biarkan saja, Justin berhak atas itu,” jawab Antares. “Jadi, kita biarkan Justin kembali ke Manhattan?” tanya Tsabina. “Iya, Sayang. Aku juga tak akan mencegahnya. Keputusannya adalah yang utama, dia berhak memutuskan dimana dia mau tinggal,” jawab Antares. “

