Tsabina dan suaminya mengetuk pintu kamar kost pamannya, lalu tak lama kemudian sang paman keluar dari kamarnya dan melihat ponakan dan menantunya itu ada di depan kamar. “Assalamu’alaikum, Paman,” ucap Tsabina. “Wa’alaikumussalam,” jawab sang Paman. “Ayo masuk, Nak. Masuk.” Tsabina dan suaminya duduk di sofa. Kamar kost Wardana benar-benar sangat berantakan. Tsabina menoleh dan menatap suaminya karena takut jika suaminya tidak nyaman lama-lama ada di sini. Namun, Antares menggelengkan kepala memberi kode kepada istrinya bahwa ia tidak apa-apa. Tsabina lalu membantu pamannya untuk membersihkan semua barang-barang yang berantakan. “Apa yang kamu lakukan, Nak?” tanya Wardana. “Bina membantu Paman untuk membereskan yang berantakan.” “Pasti menyesakkan ya, Nak? Soalnya Paman kan sendiri

