“Wahh enak sekali ya kamu, berusaha mengambil hati anak-anakku, tapi ingat kamu tidak akan pernah mendapatkan hati mereka,” kata Karissa menghampiri Tsabina. “Sebenarnya aku salah apa ya? Kenapa kamu melakukan ini? Kenapa kamu menampar dirimu dan menyalahkanku?” Tsabina bingung dengan sikap Karissa. “Karena kamu sangat menjengkelkan.” “Kenapa aku bisa menjengkelkan? Apa aku ada kesalahan?” “Kamu memang tidak punya kesalahan. Tapi, kamu memang sangat menjengkelkan. Kamu terlihat jelas mau merebut posisiku di rumah ini,” kata Karissa. “Apa? Aku mau merebut posisimu di rumah ini? Itu tidak sama sekali.” “Sudahlah. Jujur saja,” kata Karissa. “Terserah kamu mau mengatakan apa, yang terpenting aku tidak seperti itu orangnya,” kata Tsabina. Tsabina begitu heran kepada Karissa yang selalu

