Cemburu

1609 Kata

“Mas, Austin bertanya kepadaku, aku senang sekali,” seru Tsabina menatap suaminya yang saat ini tersenyum melihat keseruannya. “Benarkah? Apa yang dia tanyakan?” “Dia bertanya kenapa kamu tidak makan dan minum, jadi aku jawab saja,” seru Tsabina lagi. “Wah. Benarkah?” Tsabina mengangguk kuat, ia merasa lebih baik setelah satu anak suaminya itu mau mengajaknya bicara, setidaknya Tsabina senang karena semua itu. Tak lama kemudian, Jeni datang dan membungkukkan badannya. “Tuan, Nyonya, sudah hampir waktunya buka puasa.” “Baiklah,” angguk Tsabina. Jeni lalu melangkahkan kakinya kembali menuruni tangga. Lalu tak lama kemudian, Tsabina dan Antares menyusul langkah kakinya. “Waktu sudah tak terasa ya, dua hari lagi kita lebaran,” kata Tsabina. “Iya, Sayang. Aku senang dan semangat berpua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN