Wewenang Penuh (A)

1525 Kata

# Antares Pov. Akhirnya selesai juga. Aku hendak ke kamar, namun langkahku terhenti ketika melihat televisi masih menyala dan Tsabina sudah tertidur di sofa. Aku tersenyum melihatnya dan menggelengkan kepala. Aku lalu menghampirinya dan menggendongnya ala bridal style menuju kamar kami. Aku turunkan Tsabina dan ku selimuti dia, ia bergerak gelisah. Lalu menarikku dan mendudukkanku di lantai. Karena ranjang kami pendek. Aku menatapnya dan mengelus rambutnya. Aku terlalu keras kepadanya beberapa hari ini, aku merasa kasihan kepadanya, tapi tidak ada yang bisa ku lakukan karena hatiku kecewa kepadanya, semudah itu ia memeluk pria lain. Aku harus memberinya sedikit pemahaman walaupun itu menyakitinya juga. Tsabina kembali menarikku dan kali ini ia memelukku. Lalu berkata, “Senangnya.” Aku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN