Aku menatap wajah Mas Ares yang enggan berbicara, aku selalu memaksanya untuk mengatakan sesuatu yang sekiranya membuatku lebih baik. Aku ingin tahu masalah yang tengah di hadapi suamiku, dan kenapa dia cuek padaku selama beberapa hari ini. Mas Ares mengelus kepalanya dan berkata, “Sebenarnya aku tidak mau menyakitimu, Bina. Tapi, kamu menyakitiku lebih dulu.” “Katakan salahku dimana.” “Sejak beberapa hari yang lalu aku sudah memberimu kesempatan untuk menjelaskan, tapi kamu enggan berbicara.” Mas Ares melanjutkan dan tak kunjung mengatakan apa yang ia maksud. “Katakan, Mas, akan aku jelaskan semuanya,” kataku. “Sudahlah, Bina. Aku tidak mau menyakitimu,” kata Mas Ares. “Tapi aku sudah menyakitimu, bukan? Karena itu kamu mengabaikanku selama beberapa hari, kita harus selesaikan malam

