Kekacauan

1209 Kata

Aku mendengar suara gendoran pintu setelah sahur, walaupun aku tidak berpuasa, tapi aku masih menemani yang lain, alih-alih menekan bel, ia malah menggendor pintu memaksa masuk. Aku menautkan alis dan menoleh menatap suamiku yang saat ini juga ikut heran. Fufu dan Jeni lalu melangkahkan kaki mereka menuju pintu, mereka mengintip dari balik jendela, lalu membukanya bersama-sama, masing-masing tangan mereka ada pemukul yang siap memukul. Tak lama kemudian, ku lihat Paman menghampiri pintu dan betapa terkejutnya kami, ketika aku melihat Liu terjatuh ke lantai ketika pintu terbuka. Airmatanya luruh begitu saja, dan aku tidak tega melihatnya. Tapi, apa yang Liu lakukan di sini? “Liu, kenapa kamu di sini?” tanyaku dengan alis yang nyaris bertaut. “Bina, tolong aku,” lirih Liu bangun dari pem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN