Sherin

2332 Kata

Sherin melangkah pelan melewati pintu gerbang rumah besar milik Rain, tantenya yang dari luar tampak seperti rumah-rumah keluarga elit di kawasan Jaksel: arsitektur modern minimalis, halaman depan rapi dengan hamparan rumput Jepang, dan pagar besi hitam yang baru dicat. Tapi begitu ia melewati ambang pintu, atmosfer yang ia rasakan justru berbeda dari yang biasa. Hening. Sunyi. Nyaris mencekam. Tak ada suara anak-anak. Padahal ia tahu, Hana dan Hanin biasanya paling riuh kalau Sherin datang berkunjung. Selalu ada cerita tentang sekolah, atau permintaan mendadak untuk diajari menggambar karakter Genshin Impact yang sedang mereka sukai. Tapi tidak kali ini. Rumah itu seperti sedang memegang napasnya. Sherin hanya menoleh sekilas ke sekeliling saat masuk, lalu mendapati Rain—wanita dengan r

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN